MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • GAYA/
  • Sulit Bikin Orang Gak Beli Baju Baru
Ilustrasi orang kaya belanja.

Sulit Bikin Orang Gak Beli Baju Baru

Senin, 5 Februari 2024 – 17:37 WIB

JAKARTA – Isu sustainable sudah menjadi perhatian masyarakat Indonesia, termasuk di industri fashion. Namun, tak dipungkiri, konsep berkelanjutan ini sulit diterapkan di industri fashion. Kenapa?

Baca Juga :

IFC Siap Menggebrak Dunia Fashion! Rakernas, Pelantikan Anggota Baru, dan Pengurus Baru

Founder/Architect of Style Seratus Kapas, Yadnya Seni, mengungkapkan masalah terberat yang dihadapi industri fesyen dalam penerapan konsep berkelanjutan adalah bukan soal edukasi. Yuk, scroll untuk tahu berita lengkapnya.

“Masalah terberat itu bukan edukasi untuk mengerti sustainable. Masalah terberat adalah membuat orang peduli. Jadi, orang dikasih tau teori sustainability “oh ya bagus-bagus” tapi belum tentu beli,” ungkap Yadnya Seni di acara Fashion Talks Ganara Road to Plaza Indonesia Fashion Week, di Ganara Art, Plaza Indonesia, Jakarta, baru-baru ini. 

Baca Juga :

Desainer Indonesia Siap Pamer Karya di New York Fashion Week, Intip Koleksi yang Bakal Dibawa

Founder/Architect of Style Seratus Kapas, Yadnya Seni (tengah).

Wanita yang akrab disapa Seni itu lebih lanjut mengatakan, selama 20 tahun berkecimpung di fashion industry, dia mengaku sangat sulit menekan konsumerisme para fashion enthusiast.

Baca Juga :

Luncurkan Koleksi Raya, Adelia Pasha Fokuskan ke Kaftan Hingga Baju Set Keluarga

“Pokoknya begitu suka berpenampilan sesuatu apalagi yang aneh, kepala akan muter terus. Pada akhirnya aku berhenti berpikir bagaimana cara membuat orang gak beli baju karena itu gak mungkin,” tuturnya. 

“Akhirnya, Seratus Kapas melihat produk pertama kita adalah untuk menghadirkan future yang sustainable. Jadi produknya produk baru tapi fabric-nya sustainable,” sambungnya. 

Namun menurut Seni, karena pemahaman sustainable terus bertambah, dia pun harus pintar-pintar mengakali produknya. Di mana tidak hanya sustainable, tapi juga memiliki ketertarikan untuk dibeli konsumen. 

Seratus Kapas sendiri identik dengan desain-desain baju berbahan linen. Oleh karena itu, Seni berkomitmen untuk tidak membeli kain linen baru. 

“Kita liat gudang stok kita, kita fokusin untuk gak beli linen yang baru. Dari situ kita berkembang lagi, akhirnya kita gak buat produk untuk future, tapi kita hadirkan yang by pass,” pungkas Seni. 

Halaman Selanjutnya

Namun menurut Seni, karena pemahaman sustainable terus bertambah, dia pun harus pintar-pintar mengakali produknya. Di mana tidak hanya sustainable, tapi juga memiliki ketertarikan untuk dibeli konsumen. 

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21